7Smarts

Your Personal Application Consultant

Pengusaha dan Profesional Keuangan Wajib Tahu Pondasi Dasar dan Konsep Akuntansi, Ternyata Sepenting Itu! Part 1

Akuntansi adalah proses pencatatan, pengklasifikasian, analisis, dan pelaporan transaksi keuangan suatu entitas yang melibatkan penggunaan prinsip, konsep, dan standar yang telah ditetapkan untuk memastikan bahwa informasi keuangan yang dihasilkan akurat, relevan, dan dapat diandalkan.

Akuntansi membantu perusahaan atau pengusaha untuk dapat melacak kinerja keuangan mereka, membuat keputusan strategis, dan memenuhi kewajiban pelaporan kepada pemangku kepentingan internal dan eksternal.

Di balik pentingnya akuntansi dalam proses bisnis, di dalam terdapat pondasi dasar yang menjadi dasar utama akuntansi tersebut.

Karena pondasi dasar akuntansi merupakan kunci untuk memahami dan mengelola keuangan bisnis dengan baik.

Baik pengusaha maupun profesional keuangan perlu memahami prinsip-prinsip dasar akuntansi untuk mengambil keputusan yang tepat dan mengelola keuangan dengan efisien.

Jadi, apa saja pondasi dasar akuntansi? Mari simak beberapa pondasi dasar akuntansi yang wajib diketahui pengusaha maupun profesional keuangan berikut ini.

1. Prinsip Entitas Ekonomi

Prinsip yang pertama adalah mengakui bahwa bisnis adalah entitas ekonomi yang terpisah dari pemiliknya. Ini berarti keuangan bisnis harus dipisahkan dari keuangan pribadi pemilik agar lebih teratur dan sistematis pada pembukuan akuntansi bisnis.

2. Prinsip Biaya Historis

Prinsip kedua lebih mengarah pada aset dan liabilitas yang harus dicatat pada nilai perolehan atau biaya historisnya, bukan pada nilai pasar saat ini. Hal ini bertujuan untuk memastikan konsistensi dalam pelaporan keuangan.

3. Prinsip Kesinambungan Usaha

Dengan mengasumsikan bahwa bisnis akan terus beroperasi dalam waktu yang tidak terbatas dapat mempengaruhi metode penilaian aset, kewajiban, dan estimasi hasil masa depan.

4. Prinsip Periode Akuntansi

Prinsip ini dapat diterapkan dengan membagi kegiatan bisnis menjadi periode waktu yang konsisten, seperti bulanan, kuartalan, atau tahunan dengan tujuan untuk melaporkan hasil keuangan.

5. Prinsip Konservatisme

Prinsip ini mengharuskan akuntan untuk mengambil sikap konservatif ketika menghadapi ketidakpastian. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi kerugian potensial, tetapi tidak mengantisipasi keuntungan yang belum direalisasi.

6. Prinsip Pengakuan Pendapatan

Di mana pendapatan harus diakui ketika itu telah dihasilkan dan dapat diukur dengan keterandalan yang cukup.

Jadi tetap pantau terus website Seven Smarts Indonesia untuk tau lebih lanjut mengenai pondasi dasar akuntansi lainnya.

Oh iya, sekedar informasi nih jika Anda ingin konsultasi perihal bisnis. Yuk, hubungi Seven Smarts Indonesia.

Mereka menyediakan konsultasi gratis untuk otomatisasi bisnis Anda baik konsultasi bisnis, konsultasi pemasaran atau marketing, konsultasi IT, serta konsultasi akuntansi dan pajak.

Selain itu, Seven Smarts Indonesia juga menyediakan jasa pembuatan aplikasi seperti aplikasi android, aplikasi kasir, aplikasi dinas, pembuatan software seperti software akuntansi, pembuatan website, maupun pengembangan aplikasi.

Jadi, tunggu apa lagi? Ayo segera hubungi kontak Seven Smarts Indonesia untuk menuju kesuksesan bisnis Anda!

Terima kasih. Semoga informasi ini bermanfaat.*

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *